Vina Kitchen Afrakids

Let's Read Qur'an

Ayah-Bunda, sudah berapa halaman Al-Qur’an yang dibaca hari ini? Semoga walau satu ayatpun, kita sudah menunaikan amalan yang dicintai oleh Allah ya Ayah-Bunda. Seperti yang kita ketahui, membaca Al-Qur’an sangat banyak manfaatnya. Dengan seringnya kita berinteraksi dengan Al-Qur’an, maka hal itu dapat membahagiakan kehidupan kita di dunia dan akhirat.

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”.”Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir:29-30)


Banyak sekali yang tidak membaca Al-Qur’an dengan berbagai alasan: tidak punya waktu, malas, belum lancar membacanya, dan lainnya. Padahal jika kita mengetahui keutamaan membaca Al-Qur’an maka kita akan selalu semanggat untuk melakukannya. ”Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan satu huruf akan tetapi alir satu huruf,Laam satu huruf dan Miim satu huruf”. (HR. Tirmidzi)


MasyaAllah, begitu banyaknya kebaikan dalam aktivitas yang satu ini. Bayangkan ayah-bunda, setiap hari mungkin sehabis sholat shubuh atau sholat magrib, terdengar lantunan ayat-ayat suci di rumah kita. Begitu indahnya suasana itu… bersama istri dan anak, kita membaca kitab suci yang Allah turunkan lewat junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Malaikat akan berdatangan ke rumah dan mendoakan keluarga kita agar selamat dunia dan akhirat.
“Aisyah radhiyallahu’ anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al-Qur’an dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala”. (HR. Muslim)


Wahai ayah-bunda, apalagi kebahagiaan terbesar selain mendapat cinta dan ridho Allah? Kebahagiaan apa lagi yang kita inginkan ketika kita telah membentuk keluarga islami yang berkah. Istri shalihah, anak salih dan shalihah. Setiap hari yang keluar dari mulut adalah kebaikan yang bersumber dari terbiasanya membaca ayat-ayat kebaikan dalam Al-Qur’an. Suasana rumah menjadi tentram dan bahagia. Malaikat-malaikat berkumpul di rumah kita dan membuatnya menjadi berkah. Anak kita yang masih kecil dengan lucunya membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata mencoba meniru kita orang tuanya, dan kita dalam hati kecil berdoa semoga anak kita kelak dapat menjadi anak yang shalih dan shalihah yang mampu menyelamatkan kita di akhirat kelak. Seperti sabda Rasulullah SAW, semoga Al-Qur’an akan datang saat hari kiamat menjadi syafaat bagi keluarga kita yang selalu berinteraksi dengan Al-Qur’an. Semoga Allah memudahkan jalanNya. Aamiin.

I do Shalat 5 Times a Day

I do Sholat 5 Times a day Orang tua adalah role model dari tumbuh kembang anak, segala sesuatu potensi anak yang memberikan kontribusinya adalah orang tua, orang tua banyak terlibat langsung untuk menentukan kebijakan. Ketika kita memasuki ranah agama, agama memiliki aturan2 yang tetap terhadapa sistem yang dibangun oleh agama itu sendiri.
Islam mewajibkan setiap umatnya untuk sholat di 5 waktu. Proses penentuan sholat 5 waktu adalah proses yang amat dahsyat karena melewati proses dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqsho hingga ke sidrathul muntaha. Di sanalah penentuan jumlah sholat dan rakaatnya diberlakukan.

Kita dapat mengetahui sholat lima waktu karena dalam proses inilah Nabi Muhammad bertemu Allah dan Allah memberikan perintah untuk melakukan sholat 5 waktu. Shalat merupakan rukun Islam kedua dan merupakan amalan yang paling utama dan paling dicintai oleh Allah Ta’ala. Ar-Rasul -alaihishshalatu wassalam- menjadikannya sebagai penjaga darah dan harta, sehingga kapan seseorang meninggalkannya maka darah dan hartanya akan terancam.

Karena sangat pentingnya shalat ini, sampai-sampai dialah amalan pertama yang hamba akan dihisab dengannya pada hari kiamat. Di dalam hadits Ibnu Mas’ud secara marfu’ disebutkan: “Amalan pertama yang dengannya seorang hamba dihisab adalah shalat dan sesuatu pertama yang diputuskan di antara para manusia adalah mengenai darah.” (HR. An-Nasai) Sholat adalah sebuah sistem yang terintegrasi dalam agama Islam karena sholat adalah sebuah pondasi, jika pondasinya rusak maka akan rusak semuanya.

Diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Sholat Adalah Tiang Agama, barangsiapa yang menegakkannya, maka ia telah menegakkan agamanya dan barangsiapa yang merobohkannya, berarti ia telah merobohkan agamanya”. Dalam surat Al ‘Ankabuut ayat 45 juga sudah dijelaskan bahwa sholat adalah untuk mencegah diri kita dari perbuatan keji dan mungkar: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Anak wajib diajarkan sholat lima waktu karena proses sholat ini akan menjadikan anak lebih tunduk kepada satu sistem di lingkungannya atau agamanya agar dia dapat mengimplementasikan ayat di atas untuk ketertiban dalam bersosial nantinya. Sehingga anak akan belajar untuk menjadi pribadi yang santun dan mengetahui hal baik dan buruk. Dalam sholat pun ia akan belajar taat dan disiplin mengenai waktu dan mengerti bahwa waktu harus diatur sedemikian rupa agar hidup lebih bermakna.

Ayah, Bunda… sholat amatlah penting untuk keluarga kita. Dari sholatlah kita bisa melihat bagaimana kualitas keluarga muslim yang sedang kita bangun. Sholat bukanlah ritual semata namun memiliki kandungan yang teramat dalam dan berpengaruh terhadap kegiatan kita sehari-hari. Anak yang kita cintai harus mulai kita bimbing untuk sholat dan memahamkan kandungannya dengan bahasa mereka, sehingga anak kita nantinya akan menjadi pribadi shalih yang dapat bermanfaat untuk lingkungannya.




Happy With Hijab

Let’s Hijab

Ayah-bunda, beberapa tahun belakangan ini di indonesia, sering sekali terdengar kata hijab… sedemikian populernya kata hijab, apakah kita tahu apa artinya? Hijab adalah penutup, hijab adalah penghalang, hijab adalah tabir. Dalam hijab kita mengenal ada yang namanya jilbab, sebuah pakaian longgar untuk para wanita muslimah., para wanita yang mengaku cinta kepada Allah SWT. Jilbab adalah suatu pakaian longgar yang ditambahi khimar atau kerudung untuk menutupi aurat wanita muslimah yang sholehah.


Hijab adalah kesederhanaan. Memakai hijab adalah bukti cinta pada Allah, memakai jilbab adalah bukti malu kepada Allah,memakai jilbab adalah tanda orang-orang yang senantiasa menuju ke arah Allah. Alangkah bahagianya ketika anak tercinta kita dewasa nanti menjadi seorang muslimah taat dengan hijab anggun yang ia pakai. Kita sebagai orang tua pasti merindukan anak-anak yang shalihah.
“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuan dan isteri-isteri orang mukmin;”Hendaklah mereka menggunakan hijabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tak diganggu, dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. Al-Ahzab:59)

Hijab adalah pakaian orang-orang yang senantiasa mencintai Allah, hijab adalah pakaian wanita-wanita muslimah yang ingin menjaga kemuliaan dirinya dengan kebersahajaaanya. Ayah-Bunda, anak anak tercinta kita harus kit2W anak kita wahai ayah-bunda…. Allah hanya ingin wanita dimuliakan, Allah hanya ingin wanita dihargai… Allah mencintai Bunda dan juga ankak perempuan Bunda. Saking mencintai Bunda dan anak Bunda, Allah buat satu surat khusus di dalam Al-Qur’an yaitu Surat An-Nisaa. Berhijab adalah tanda kita sedang menuju ke arah Allah… Allah akan berlari menuju kita, Allah akan menyambut kita… akan ada beribu tangan kebaikan yang akan siap membantu kita ketika memutuskan untuk menuju kearah Allah SWT. Let’s Hijab. Semoga Allah meridhoinya hingga bunda dan anak tercinta menjadi wanita penghuni syurga. Aamiin.

Go Jama'ah

Shalat merupakan rukun Islam kedua dan merupakan amalan yang paling utama dan paling dicintai oleh Allah Ta’ala. Ar-Rasul -alaihishshalatu wassalam- menjadikannya sebagai penjaga darah dan harta, sehingga kapan seseorang meninggalkannya maka darah dan hartanya akan terancam. Karena sangat pentingnya shalat ini, sampai-sampai dialah amalan pertama yang hamba akan dihisab dengannya pada hari kiamat. Di dalam hadits Ibnu Mas’ud secara marfu’ disebutkan:
“Amalan pertama yang dengannya seorang hamba dihisab adalah shalat dan sesuatu pertama yang diputuskan di antara para manusia adalah mengenai darah.” (HR. An-Nasai)

Sholat adalah sebuah sistem yang terintegrasi dalam agama Islam karena sholat adalah sebuah pondasi, jika pondasinya rusak maka akan rusak semuanya. Diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Sholat Adalah Tiang Agama, barangsiapa yang menegakkannya, maka ia telah menegakkan agamanya dan barangsiapa yang merobohkannya, berarti ia telah merobohkan agamanya”.

Sholat amatlah penting bagi ummat muslim. Ia adalah pondasi dari agama, bisa dibayangkan apabila kita semua taat dalam menjalankan sholat dan juga dilakukan berjama’ah. Allah memberikan suatu kekhususan bagi mereka yang melakukan sholat secara berjama’ah. Nabi Muhammad SAW juga memberitahu bahwa orang-orang yang sholat berjama’ah jauh lebih utama daripada sholata sendiri dan sholat berjama’ah dapat menjaga kaum muslimin dari tipu daya setan.

Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti pelaksanaan shalat.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)


Ayah, Bunda… kini kita sudah mengetahui betapa pentingnya sholat dan keutamaannya jika dilakukan secara berjama’ah. Hidupkanlah sholat berjama’ah dalam keluarga kita. Indah sekali jika kita dapat melakukan sholat berjama’ah bersama anak kita tersayang setiap harinya, bersama-sama mendekatkan diri kepadaNya. Kita membayangkan akan terlahir seorang pribadi muslim yang taat dan shalih dari keluarga kita melalui pendidikan secara langsung, yaitu melalui sholat berjama’ah yang kita lakukan di setiap kesempatan. Semoga anak kita dapat menjadi pribadi muslim yang taat dan shalih ya Ayah-Bunda. Aamiin.



Doa Belajar

Sedari kecil kita selalu diajarkan berdoa sebelum memulai sesuatu. Kita juga tahu bahwa doa adalah senjata bagi orang beriman. Dengan kita berdoa maka akan mempengaruhi kehidupan kita menjadi lebih baik dan menjaga kita untuk menuju keluarga yang islami.
Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
“Dan Rabbmu Berfirman “Berdoalah Kepada-KU,niscaya AKU perkenankan bagimu.Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-KU akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.”(QS. Ghafir : 60).


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : “Berdoalah kalian kepada ALLAH, dan kalian (harus) yakin atas dikabulkan doa kalian itu,Ketahuilah oleh kalian, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan memperkenankan doa dari qalbu yang lalai.” ( HR. At Tirmidzi).

Doa dalam Islam adalah merupakan cerminan sikap tawakkal dan simbol kerendahan dan ketidakberdayaan seseorang di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti dalam doa untuk belajar, di mana kita sadar bahwa kita tidak mempunyai ilmu sebelum Allah yang menambahkan dan memahamkan ilmu itu.

“Radhiitu bil laahi rab ba; wabil islaamidiina wabi Muhammadin Nabiy yaw warasuula; rab bi zidnii ‘ilma, war zuq nii fah ma, aamiin.”
artinya:
“Aku telah rela Allah Tuhanku,Iislam agamaku dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT Wahai Tuhan Allah, tambahkanlah ilmuku, dan anugrahillah kepadaku faham terhadap ilmu itu. Amiin (Ya Allah kabulkanlah permohonanku)”

Ayah, Bunda… anak kita sedari kecil harus kita bimbing untuk selalu berdoa sbeelum memulai segala aktivitas, contohnya doa sebelum belajar. Doa belajar sangatlah penting ketika anak memasuki golden age, di mana di masa itulah daya tangkap anak berkembang pesat. Di masa itu segala hal yang anak pelajari dan alami akan membentuk karakternya saat tumbuh besar nanti.

Kita harus berikhtiar dengan mengajarkan mereka ilmu yang bermanfaat dan berkah, agar nanti anak kita dapat bermanfaat kepada sekitarnya. Tidak lupa kita harus berdoa dan mendoakannya sebelum belajar dan sesudah belajr agar Allah memberkahi dan memahamkan ilmu yang sedang dipelajari.

Maka mohonlah kepada Allah agar anak kita diberi kepemahaman tentang ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya. Dengan perlahan dan bersama-sama, kita ajarkan anak untuk berdoa sebelum mulai belajar. Jika kita melakukannya rutin dengan niat baik dan ikhlas, maka anak kita insyaAllah akan menjadi anak yang shalih dan akan menjadi timbangan berat kebaikan untuk kita di akhirat nanti.




Doa Before Eat

Doa dalam Islam adalah merupakan cerminan sikap tawakkal dan simbol kerendahan dan ketidakberdayaan seseorang di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berdoa menunjukkan bahwa kita adalah hamba yang tunduk kepadaNya, karena kita terus berharap untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan dariNya. Islam adalah agama yang menganjurkan untuk selalu berdoa di manapun dan kapanpun. Doa yang sudah kita hafal semenjak kecil adalah doa sebelum makan.

“Ya Alloh berkahilah pada makanan yang telah Engkau rizkikan pada kami, dan jagalah kami dari api neraka.” (HR Abu Dawud)
Doa makan tersebut menunjukkan bahwa kita harus selalu berharap bahwa rezeki yang berupa makanan adalah keberkahan darinya. Hal ini merupakan tanda bahwa kita harus memastikan bahwa apa yang kita makan adalah rezeki yang halal sehingga Allah akan memberkahi kita.

Imam Ahmad mengatakan, “Jika dalam satu makanan terkumpul 4 (empat) hal, maka makanan tersebut adalah makanan yang sempurna. Empat hal tersebut adalah menyebut nama Allah saat mulai makan, memuji Allah di akhir makan, banyaknya orang yang turut makan dan berasal dari sumber yang halal.”


Manfaat lainnya dari doa sebelum kita makan adalah mencegah syetan dari ikut serta menikmati makanan tersebut. Diriwayatkan dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Apabila kami makan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kami tidak memulainya sehingga beliau memulai makan. Suatu hari kami makan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba datanglah seorang gadis kecil seakan-akan anak tersebut terdorong untuk meletakkan tangannya dalam makanan yang sudah disediakan. Dengan segera Nabi memegang tangan anak tersebut. Tidak lama sesudah itu datanglah seorang Arab Badui. Dia datang seakan-akan didorong oleh sesuatu. Nabi lantas memegang tangannya. Sesudah itu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya syetan turut menikmati makanan yang tidak disebut nama Allah padanya. Syaitan datang bersama anak gadis tersebut dengan maksud supaya bisa turut menikmati makanan yang ada karena gadis tersebut belum menyebut nama Allah sebelum makan. Oleh karena itu aku memegang tangan anak tersebut. Syetan pun lantas datang bersama anak Badui tersebut supaya bisa turut menikmati makanan. Oleh karena itu, aku pegang tangan Arab Badui itu. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan syetan itu berada di tanganku bersama tangan anak gadis tersebut.” (HR. Muslim)

Untuk itu, kita harus selalu berdoa sebelum makan agar apa yang kita makan menjadi sebuah keberkahan. Sehingga sumber makanan yang kita peroleh pun harus jelas apakah haram atau halal, karena syarat keberkahan ada pada halal tidaknya sebuah makanan.
Ayah, Bunda… mari kita biasakan berdoa sebelum makan kepada anak-anak kita tersayang agar keluarga kita mendapat keberkahan dariNya. Sebagai orang tua, kita harus memastikan bahwa apa-apa yang kita berikan kepada keluarga kita adalah rezeki yang halal sehingga keluarga kita dapat terhindar dari api neraka. Semoga Allah memudahkan keluarga kita dalam hal ini ya Ayah, Bunda. Aamiin.







Amazing Shodaqoh

Deskripsi Produk Kaos Afrakids AF100, AF073

  Apakah hari ini ayah-bunda sudah bersedekah? Sedekah adalah amalan yang sangat disukai oleh Allah SWT. Dengan sedekah,maka kita dapat membantu orang lain yang sedang   kesusahan, sehingga sedekah adalah salah satu bukti dari keshalihan sosial seorang  sebagai cerminan keshalihan pribadinya. “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik yang laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (pembayarannya oleh Allah) kepada mereka;dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS.Al-Hadid:18)

Tidak ada kerugian dalam bersedekah lho ayah-bunda. Allah telah berjanji akan melipatgandakan apa yang kita sedekahkan dan hitungannya bukan hanya matematis. Kita juga harus memperhitungkan bahwa ketika sedekah kita tidak hanya akan dikembalikan dalam bentuk uang tapi hal lainya. “Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana api dapat dipadamkan dengan air, begitu pula shalat seseorang dipertengahan malam.”(HR. Tirmidzi). Sedekah dapat menghapus dosa kita, mendapatkan naungan di hari akhir, memberikan keberkahan pada harta kita, Allah juga melipatgandakan pahala orang yang bersedekah, membebaskan diri dari siksa kubur,mencegah dari kejahatan dan bala, dan merasakan hati yang lapang dan bahagia. Banyak sekali keutamaan dari sedekah ya ayah-bunda.
Ayah-bunda, kita punya tugas mulia untuk melahirkan generasi-generasi yang hatinya tersentuh ketika melihat adanya permasalahan sosial di lingkungannya terutama masalah sedekah ini. Kita harus mengajarkan kepada anak-anak kita sedari kecil tentang keutamaan sedekah. 


Efek dari sedekah dalam hubungan sosial antara manusia sangatlah besar. Ketika semua orang sadar akan pentingnya sedekah, maka insyaAllah satu persatu masalah sosial seperti kemiskinan, kesenjangan, hingga masalah iri hati dengki dapat perlahan-lahan dihilangkan. Di sanalah akan tercipta suasana yang aman lagi berkah. Sedekah adalah berbagi, berbagi dimulai dengan rasa peduli kita. “Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta. “ (HR. Bukhari)

Dari ‘Ali, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di surga ada kamar yang luarnya biasa dilihat dari dalamnya dan dalamnya bisa dilihat dari luarnya. “Lantas orang Arab Badui ketika mendengar hal itu langsung berdiri dan berkata, “Untuk siapa keistimewaan-keistimewaan tersebut, wahai Rasulullah?”Beliau bersabda, “Itu disediakan bagi orang yang berkata yang baik, memberi makan (kepada orang yang butuh), rajin berpuasa, dan melakukan shalat di malam hari ketika manusia terlelap tidur” (HR. Tirmidzi)

Ayah-Bunda, semoga Allah menjadikan keluarga kita menjadi keluarga yang gemar bersedekah, agar dikucuri keberkahan baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin.




Copyright © 2013 Galeri Aqeela and Blogger Themes.